Pemimpin Organisasi Perlu Pahami Pelayanan Prima
Ilustrasi (Internet)
PEKANBARU- Dialog itu berlangsung dalam sebuah forum online, yaitu webinar dengan tema “Pelayanan Prima Sektor Bisnis dan Sektor Publik” yang dilaksanakan oleh Tifa Consulting, sebuah lembaga penyelenggara pelatihan pelayanan publik. Lebih 30 orang peserta webinar yang berlangsung pada Selasa (28/11) lalu mendapatkan materi paparan terkait pelayanan publik dari dua orang narasumber, yaitu Dr. Machasin, MSi, dosen senior pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Riau. Turut juga menjadi narasumber, Ahmad Fitri, SE, MAP, Direktur Pekan Institute yang sebelumnya pernah bertugas di Ombudsman RI Provinsi Riau, lembaga negara yang bertugas mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik.
Dalam pemaparannya, Dr. Machasin memaparkan betapa pentingnya seorang pemimpin sebuah organisasi, baik perusahaan maupun satuan kerja di pemerintahan untuk bisa memahami pelayanan publik. Karena seorang pemimpin organisasi tersebut juga akan turut terlibat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Untuk itu setiap satuan kerja yang menjalankan fungsi pelayanan juga mesti memiliki pemimpin yang memahami bagaimana pelayanan prima itu bisa dijalankan.
Lebih jauh pada webinar yang pesertanya banyak berasal dari kalangan mahasiswa, dosen dan penyelenggara pelayanan tersebut Machasin mengutarakan betapa pentingnya penyelenggaraan pelayanan bisa dilakukan dengan sepenuh hati. ‘’Pelayanan yang sepenuh hati akan mampu mendukung terwujudnya pelayanan prima yang tentunya sangat diharapkan masyarakat,’’ paparnya lebih jauh.
Dalam pada itu, Direktur Pekan Institute Ahmad Fitri turut menyampaikan betapa pentingnya pelayanan prima bisa diwujudkan. Pelayanan prima merupakan pelayanan yang sangat diharapkan oleh masyarakat sebagai pengguna pelayanan. Pun demikian, pelayanan prima tentu saja juga menjadi harapan dari penyelenggara pelayanan publik, baik dari pemerintahan maupun korporasi yang menjalankan tugas memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Pada kesempatan tersebut Ahmad Fitri juga mengutarakan bahwa betapa penyelenggaraan pelayanan publik akan melibatkan dua pihak yang sama-sama berkepentingan, yaitu penyelenggara pelayanan yang dalam hal ini dilakukan oleh pemerintahanan, korporasi maupun oleh lembaga independen. Di pihak lain penyelenggaraan pelayanan publik juga melibatkan masyarakat sebagai penggunana layanan. Interaksi kedua pihak yang berkepentingan ini sama-sama mengharapkan terwujudnya pelayanan prima.
‘’Sebagai penyelenggara pelayanan, pemerintah tentu saja ingin memberikan pelayanan yang berkualitas dan prima kepada masyarakat. Sebaliknya, masyarakat juga ingin mendapatkan pelayanan yang prima dari pemerintahan. Untuk mencapai pelayanan yang prima itu salah satunya adalah bagaimana agar setiap penyelenggaraan pelayanan bisa didukung dengan adanya standar pelayanan,’’ kata Ahmad lebih jauh.
Walaupun diskusi itu berlangsung dalam forum online, namun tidak menyurutkan semangat peserta webinar untuk bertanya dan mendiskusikan persoalan pelayanan publik. Beberapa pertanyaan kritis sempat dilontarkan peserta webinar. “Bagaimana kualitas pelayanan pemerintah saat ini. Apa kendala dalam mewujudkan pelayanan prima tersebut,’’ tanya seorang peserta. Pertanyaan ini kemudian dijawab oleh Machasin dan Ahmad Fitri berdasarkan pengalamaan masing-masing dalam melihat persoalan pelayanan publik selama ini.(pekan1)






